DPRD Jabar Hadir Bawa Terang: Arip Rachman Salurkan 2.500 Listrik Gratis untuk Warga Tak Mampu

TASIKMALAYA, MATAINVESTIGASI.COM — Gelap yang selama bertahun-tahun menyelimuti rumah-rumah warga prasejahtera di pelosok Taraju mulai berganti cahaya. Senin (24/11/2025), Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI-Perjuangan H. Arip Rachman SE MM meresmikan penyaluran 2.500 sambungan listrik gratis bagi masyarakat kurang mampu di Kabupaten Tasikmalaya.

Program ini merupakan hasil kolaborasi bersama anggota DPR RI dan dikawal langsung oleh Arip melalui kegiatan Reses I Tahun Sidang 2025–2026 yang digelar di Madrasah Miftahul Ulum, Kampung Sukahurip, Desa Deudeul, Kecamatan Taraju.

Puluhan warga Desa Deudeul menjadi penerima manfaat tahap awal. Sambungan listrik baru ini dipasang tanpa biaya pemasangan dan dilengkapi token perdana Rp 20 ribu.

“Program ini untuk memastikan masyarakat mendapatkan listrik yang layak, aman, dan gratis melalui pemasangan meteran resmi,” ujar Arip kepada wartawan.

Tak hanya penyaluran program, Arip juga menyerap aspirasi terkait perbaikan jalan, irigasi pertanian, hingga pembangunan sarana pendidikan agama.

Ia menegaskan, seluruh aspirasi akan diperjuangkan sesuai kewenangan Pemprov Jawa Barat.

“Yang jadi kewenangan provinsi akan kita dorong realisasinya. Antusiasme masyarakat luar biasa karena listrik baru selama ini berat biayanya, bisa ratusan ribu sampai jutaan rupiah,” terangnya.

Arip mengungkapkan, program pemasangan KWH gratis ini akan terus berjalan hingga Desember 2025, tersebar di sejumlah titik di Kabupaten Tasikmalaya.

Mayoritas penerima manfaat sebelumnya belum memiliki akses listrik sendiri dan terpaksa menumpang daya dari rumah tetangga karena keterbatasan ekonomi.

“Alhamdulillah masyarakat sangat antusias. Banyak yang hadir, terutama ibu-ibu, karena memang belum pernah ada anggota DPRD provinsi atau kabupaten yang reses di sini,” ungkap Arip.

Cahaya kini bukan lagi mimpi. Program ini menjadi harapan baru bagi ratusan keluarga yang selama bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan.