BANDUNG, MATAINVESTIGASI.COM — Setelah kabar duka atas wafatnya Direktur Utama Bank BJB, Yusuf Saduddin, suasana perbankan di Jawa Barat dipenuhi rasa kehilangan. Namun di balik duka itu, muncul satu pertanyaan besar: siapa yang layak meneruskan tongkat estafet kepemimpinan yang ditinggalkan almarhum?
Ketua Komisi 3 DPRD Jawa Barat, Jajang Rohana, menilai bahwa figur pengganti Yusuf tidak boleh dipilih secara asal-asalan. Baginya, sosok Dirut BJB berikutnya harus mampu mencerminkan integritas dan kapasitas yang selama ini melekat pada almarhum.
Meski Yusuf memimpin BJB dalam waktu yang tergolong singkat, kiprahnya sudah menorehkan kesan mendalam. Baik di mata legislatif maupun internal Bank BJB, ia dikenal sebagai pemimpin yang tenang, tulus, dan profesional. Jajang bahkan mengungkapkan bahwa banyak karyawan yang memberikan testimoni positif tentang gaya kepemimpinan Yusuf.
“Beliau memang belum lama menjabat, tapi reputasinya bagus. Saya dapat banyak informasi dari karyawan BJB yang menilai beliau sebagai pemimpin yang baik,” ujar Jajang kepada wartawan, Sabtu (15/11/2025).
Dengan warisan integritas tersebut, Jajang menekankan bahwa proses pemilihan Dirut BJB berikutnya tidak boleh menjadi sekadar formalitas. Ia berharap seleksi benar-benar mengerucut pada figur yang tulus, jujur, dan memiliki kapasitas kuat untuk membawa BJB melaju lebih jauh.
“Dirut BJB ke depan harus orang yang berintegritas, jujur, dan punya visi yang kuat. Itu penting untuk memajukan BJB,” tegasnya.
Dalam momen transisi ini, publik menanti apakah BJB mampu menemukan pemimpin baru yang tidak hanya meneruskan langkah Yusuf, tetapi juga memperkuat pondasi integritas yang telah ditanamkan almarhum.








