DPRD Jabar Perkuat Pendidikan Demokrasi Pelajar untuk Cegah Apatisme Politik

BANDUNG BARAT, MATAINVESTIGASI.COM – DPRD Provinsi Jawa Barat terus mendorong penguatan pendidikan demokrasi di kalangan pelajar sebagai upaya membangun kesadaran politik sejak dini. Anggota DPRD Jawa Barat, Sri Dewi Anggraini, menilai generasi muda perlu dibekali pemahaman demokrasi yang utuh agar tidak tumbuh apatis terhadap proses politik dan kehidupan berbangsa.

Hal tersebut disampaikan Sri Dewi saat bertemu dengan ratusan siswa yang tergabung dalam Forum OSIS Kabupaten Bandung Barat (KBB) dalam kegiatan Jambore OSIS, Minggu (14/12/2025). Kegiatan ini diikuti sekitar 200 siswa SMA dan sederajat kelas X dan XI yang dalam waktu dekat akan memasuki usia pemilih pemula.

Menurut Sri Dewi, pendidikan demokrasi tidak cukup hanya disampaikan secara teoritis, tetapi harus menyentuh kesadaran moral dan tanggung jawab kebangsaan. Ia menekankan bahwa cinta tanah air harus diwujudkan melalui sikap dan kontribusi nyata, bukan sekadar slogan atau simbol.

Dalam pembekalan tersebut, Sri Dewi juga menyoroti pentingnya kebebasan berpendapat yang sehat dan bertanggung jawab. Ia menilai pelajar memiliki keberanian dan energi besar untuk menyampaikan pandangan, namun perlu diarahkan agar aspirasi yang disampaikan memiliki dasar, etika, dan tujuan yang jelas.

DPRD Jabar, lanjutnya, memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menyiapkan ruang aman bagi generasi muda dalam mengekspresikan pendapat. Kebebasan bersuara harus dijamin, terutama ketika anak muda ingin menyampaikan kritik terhadap situasi sosial dan kebijakan publik di sekitarnya.

Sri Dewi menegaskan bahwa pelajar SMA merupakan aset strategis bangsa. Di antara mereka kelak akan lahir pemimpin yang dipercaya masyarakat. Oleh karena itu, proses pembentukan karakter, kepemimpinan, dan keberanian bersikap harus dimulai sejak sekarang.

Ia juga menekankan pentingnya nilai keteladanan dalam kepemimpinan. Menurutnya, generasi muda tidak hanya perlu dibekali kemampuan berbicara dan berpendapat, tetapi juga adab, etika, serta kemampuan mengelola perbedaan dan konflik secara dewasa.

Antusiasme peserta dalam kegiatan tersebut menjadi indikator positif bagi DPRD Jabar. Sri Dewi optimistis, dialog langsung antara wakil rakyat dan pelajar dapat menumbuhkan kepercayaan, sekaligus memotivasi siswa untuk berani bermimpi dan berperan aktif dalam kehidupan demokrasi.

Meski demikian, ia menilai pendidikan demokrasi tidak bisa berhenti pada satu pertemuan. Diperlukan kesinambungan dan ruang dialog yang lebih luas agar pemahaman politik generasi muda semakin matang dan berkontribusi nyata bagi masa depan Jawa Barat dan Indonesia.