KABUPATEN CIREBON, MATAINVESTIGASI.COM — Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, Daddy Rohanady, menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pembangunan infrastruktur di wilayah Kabupaten Cirebon, khususnya kawasan timur. Fokus perjuangan tersebut mencakup perbaikan jalan provinsi, pembangunan Terminal Tipe B Ciledug, hingga peningkatan kualitas penerangan jalan umum (PJU) di berbagai ruas jalan.
Bagi Daddy, pembangunan infrastruktur bukan sekadar program rutin pemerintah, melainkan bagian dari legacy atau warisan kerja yang ingin ia tinggalkan selama menjabat sebagai wakil rakyat di tingkat provinsi.
“Saya punya legacy, karena berkaitan dengan infrastruktur saya ngotot sekali membangun terminal tipe B di Ciledug. Saya ngotot sekali perbaikan jalan provinsi, kebetulan punya gubernur yang konsentrasinya full memperbaiki jalan-jalan provinsi,” ujar Daddy saat diwawancarai, 23 Mei 2026.
Menurutnya, pembangunan jalan yang baik tidak cukup hanya mengandalkan kualitas konstruksi maupun konektivitas antarwilayah. Infrastruktur pendukung seperti penerangan jalan umum juga dinilai memiliki peran penting dalam menunjang keselamatan dan kenyamanan masyarakat pengguna jalan, terutama pada malam hari.
“Bukan cuma jalannya saja ternyata, jalan provinsi itu punya PJU. Saya juga suntik kepada KDM, saya bilang PJU kita juga butuh perbaikan mutu atau kualitas pemenuhan PJU di jalan-jalan provinsi,” tambahnya.
Daddy mengungkapkan, perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Barat terhadap infrastruktur kini tidak hanya terfokus pada jalan provinsi. Ia menyebut, pada tahun 2027 mendatang, pemerintah provinsi melalui program gubernur juga akan mulai menyasar pembangunan jalan desa beserta penerangan jalan di kawasan pedesaan.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat desa yang selama ini masih membutuhkan pemerataan pembangunan infrastruktur dasar.
“Selain jalan provinsi ternyata Pak Gubernur ngasih perbaikan jalan desa untuk 2027, PJU desa. Ah ketemulah apa yang kami harapkan dengan apa yang mau dikerjakan Pak Gubernur,” ujarnya.
Di lingkungan Komisi IV DPRD Jawa Barat sendiri, Daddy menuturkan bahwa sektor infrastruktur tetap menjadi prioritas utama. Namun demikian, perhatian komisi tidak hanya terbatas pada pembangunan jalan semata, melainkan juga mencakup sektor terminal hingga lingkungan hidup.
“Kami prioritasnya pada terminal, infrastruktur, lingkungan hidup juga,” katanya.
Secara khusus, Daddy juga menaruh perhatian besar terhadap optimalisasi fungsi Terminal Tipe B Ciledug. Ia berharap keberadaan terminal tersebut tidak hanya menjadi bangunan fisik semata, tetapi benar-benar dimanfaatkan untuk menunjang pelayanan transportasi masyarakat.
Karena itu, ia meminta dukungan pemerintah daerah maupun masyarakat agar angkutan umum dapat diarahkan masuk dan beroperasi secara optimal di terminal tersebut.
“Untuk terminal saya butuh dorongan kawan-kawan kabupaten untuk mendorong angkot masuk ke Terminal Ciledug,” katanya.
Selain pembangunan, Daddy turut menyoroti pentingnya menjaga kualitas jalan yang telah dibangun pemerintah. Ia mengingatkan, kerusakan jalan kerap dipicu kendaraan bertonase berlebih yang melintas tidak sesuai kapasitas jalan.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya mempercepat kerusakan infrastruktur, tetapi juga berpotensi merugikan keuangan negara karena biaya perbaikan jalan yang tidak sedikit.
“Tolong dirawat jalan dengan baik karena ongkosnya juga tidak murah. Kapasitas mobil juga harusnya dibatasi. Contohnya jalan provinsi kapasitas tonasenya hanya 8 sampai 12 ton, janganlah masuk 40 ton karena jalannya pasti rusak, negara lagi kan yang rugi,” jelas Daddy.
Lebih jauh, Daddy meyakini bahwa keberhasilan pembangunan infrastruktur dapat diukur dari dampaknya terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Infrastruktur jalan yang baik dinilai mampu memperlancar mobilitas warga maupun distribusi barang sehingga berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“Ada moto yang dipakai oleh kawan-kawan Bina Marga, jalan mantap ekonomi lancar. Kalau jalannya mantap logikanya harus orang dan barang lancar. Kalau itu semua lancar laju pertumbuhan ekonomi makin besar, dan kalau laju ekonomi besar logikanya masyarakat akan sejahtera,” pungkasnya.
