BANDUNG, MATAINVESTIGASI.COM — Tahun 2026 akan menjadi babak baru bagi arah kebijakan pendidikan di Jawa Barat. Pemerintah Provinsi Jabar memutuskan untuk mengakhiri program Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU) yang selama ini digelontorkan ke sekolah-sekolah swasta. Sebagai gantinya, bantuan itu akan bertransformasi menjadi Beasiswa Peserta Didik, yang langsung menyasar kebutuhan siswa miskin.
Langkah ini dianggap sebagai koreksi atas kebijakan lama yang dinilai belum sepenuhnya menyentuh akar masalah kemiskinan pendidikan. Kini, fokus Pemprov Jabar bukan lagi pada operasional lembaga pendidikan, melainkan pada pemenuhan kebutuhan belajar siswa dari keluarga tidak mampu, terutama yang berada di Desil 1 hingga Desil 4.
Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Yomanius Untung, menyebut perubahan ini merupakan bagian dari visi Gubernur Dedi Mulyadi untuk menghadirkan sistem pendidikan yang lebih adil dan tepat sasaran.
“Pak Gubernur ingin memastikan bantuan benar-benar dirasakan oleh mereka yang paling membutuhkan. Jadi bukan lagi sekolahnya yang disubsidi, tapi langsung siswanya—khususnya yang miskin ekstrem,” ujar Untung, Selasa (11/11/2025).
Dalam dokumen RKUA-PPAS Tahun 2026, total anggaran Provinsi Jawa Barat mencapai Rp28,4 triliun, dan dari jumlah itu sekitar Rp120 miliar disiapkan untuk mendanai program beasiswa baru tersebut.
Skema baru ini tak hanya mencakup biaya sekolah seperti iuran bulanan, tapi juga kebutuhan pendukung lain seperti seragam, buku, hingga perlengkapan belajar. Menariknya, meski bentuk bantuan berubah, sekolah swasta justru tetap berpotensi mendapatkan manfaat lebih besar—tergantung pada jumlah siswa miskin yang mereka tampung.
“Kalau dulu BPMU itu bantu sekolah, sekarang bantu siswanya. Tapi secara tidak langsung, sekolah yang banyak menampung siswa miskin akan tetap mendapatkan manfaat besar,” jelas Untung.
Kebijakan ini diharapkan menjadi solusi konkret agar tidak ada satu pun siswa miskin di sekolah swasta yang harus putus sekolah karena alasan biaya.
“Prosesnya sedang dimatangkan. Kita hitung kembali mana yang belum tercover supaya semua siswa miskin bisa tetap sekolah,” pungkasnya.








