Proyek Drainase Ranca Kasumba Asal Jadi, Diduga Ada Unsur KKN

Kab Bandung, Matainvestigasi.com — Dugaan ketidaktransparanan dalam proyek pembangunan drainase di Kampung Babakan Sawah, Desa Rancakasumba, Kecamatan SolokanJeruk, Kabupaten Bandung, Jum’at 21 November 2025 layaknya proyek siluman, Selasa (25/11).

Proyek siluman tersebut tidak jelas sumber anggarannya darimana, hal ini menjadi sorotan di lapangan, lantaran proyek tidak memasang papan nama, padahal itu merupakan kewajiban mutlak sesuai dengan aturan.

Berdasarkan UU No.14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi ke publik, setiap pengerjaan proyek yang didanai pemerintah wajib memasang papan nama informasi kegiatan untuk menjamin transparansi dan memberi ruang kontrol publik. Namun, kewajiban itu tampaknya diabaikan oleh pihak pelaksana.

Di lapangan, pihak media melakukan penyisiran mendalam, dengan mewawancari sebagian pekerja, siapa pemilik/pemborong proyek tersebut, para pekerja yang dikonfirmasi mengatakan kalau proyek tersebut kepunyaan Bapak Amin Ludin, dia seorang tentara, ujar pekerja, yang tidak mau namanya disebutkan.

Kondisi proyek yang terselubung ini memicu pertanyaan besar dan serius mengenai niat transparansi dan pertanggungjawaban anggaran.

Tidak hanya soal papan proyek, kejanggalan juga ditemukan pada teknis pengerjaan. Menurut dokumen spesifikasi, kedalaman galian semestinya : 40 cm ke bawah, sebagai pondasi dan dari permukaan tanah 60 cm ke atas.

Namun fakta di lapangan berbeda. Pihak kontraktor tidak melakukan pembersihan tanah atau Galian tidak dilakukan hingga 40 cm ke bawah, melainkan batu langsung ditumpuk dan diberi adukan semen, dimana adukan semen dan pasir itu juga asal jadi.

Diduga tidak mengacu pada RAB, metode seperti ini berpotensi membuat drainase cepat rusak terkikis aliran air dan menimbulkan kerugian negara karena mutu pekerjaan tidak terjamin secara utuh.

Warga sekitar babakan sawah Ranca Kasumba Solokan jeruk, sempat di konfirmasi terkait proyek yang ada di tengah sawah, warga tersebut membenarkan
“bahwa benar ada pengerjaan drainase di wilayah kami oleh pihak ketiga.

Informasi yang kami dapat, bahwa pemborongnya adalah tentara”. Kami juga tidak berani menanyakan hal itu, apalagi urusannya dengan tentara, kami kan hanya masyarakat awam, merasa ngeri juga, takut pa kalau di bilang punya aparat.

Dilapangan juga tidak menemukan yang namanya konsultan pengawas, ada apa dengan proyek yang ada di desa ranca kasumba babakan sawah solokan jeruk.?

Kondisi proyek seperti ini mengundang dugaan bahwa pekerjaan dilakukan secara asal-asalan tanpa standar kualitas yang memadai. Ketidakhadiran papan proyek, dugaan penyimpangan spesifikasi, dan tidak jelasnya pihak pelaksana semakin memperkuat potensi adanya pelanggaran prosedur dan KKN. (Red)