Warga Vila Nusa Indah Minta Normalisasi Sungai Cileungsi dan Cikeas Bogor Dipercepat

Bandung, Matainvestigasi. Com – Dikhawatirkan terjadi banjir, ratusan warga Perumahan Vila Nusa Indah, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor menuntut agar normalisasi sungai Cileungsi dan sungai Cikeas dipercepat.

Tutuntan ini diikuti oleh ratusan warga yang menyuarakan aspirasi dengan bejalan kaki keliling komplek lingkungan perumahan. Mereka membawa berbagai spanduk dengan tulisan tuntutan agar normalisasi sungai dilakukan dengan cepat. Selasa, 13 Mei 2025.

Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) Puarman mengatakan, sebanyak 32.000 warga di Kecamatan Gnung Putri Kabupaten Bogor terkena dampak banjir akibat dari sungai Cileungsi dan Cikeas meluap.

Pihaknya, mengapresiasi atas langkah cepat Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) dalam penanganan untuk segera melakukan antisipasi terjadinya banjir ini.

Akan tetapi, permasalahannya, kondisi sungai saat ini sudah semakin memburuk. Baik dari wilayah hulu sampai hilir perlu banyak pembenahan.

‘’Jika kondisi ini dibiarkan maka akan terjadi banjir kembali, mengngingat di wilyah hulu tidak dilakukan perbaikan,’’ ujar Puaran, dalam keterangannya, dikutip, Senin, (05/04/2025)

Menurutnya, BBWSCC dalam melakukan tahapan normalisasi sangat lambat. Dari jadwal yang disiapkan lahan, baru akan dimulai pada lelang proyek pada 2027.  Sedangkan untuk konstruksi baru akan dimulai 2028.

Di sisi lain menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), siklus banjir besar bisa saja terjadi lagi dan jika tidak ada upaya percepatan maka upaya yang dilakukan akan berujung sia-sia.

“Kalau tidak ada upaya percepatan, kami khawatir tahun 2028 kami benar-benar bisa tenggelam,” tegas Puarman.

Sementara itu, Koordinator aksi Syamsudin menegaskan warga Bojongkulur sudah lama merasakan jadi korban banjir. Namun upaya dari pemerintah terkesan lambat dalam penanganan.

Untuk itu, kami meminta kepada Presiden republik Indonesia, Gubernur Jawa Barat dan Bupati Kabupaten Bogor untuk dapat memperhatikan ini.

Warga juga akan mengirimkan surat untuk presiden dan kepala daerah baik Gubernur dan Bupati aga masalah ini cepat ditangani dengan baik.

‘’Kami hanya ini pemerintah sigap dalam mengantisipasi sebelum terjadinya bencana yang dikhawatirkan memakan kerugian yang lebih besar,’’ ujarnya.

Untuk diketahui pada 3 Maret 2025 lalu, komplek perumahan Vila Nusa Indah diterjang banjir yang mengakibatkan ratusan rumah tergenang dan ribuan orang mengungsi.

Genangan air mencapai 60 centi meter. Sehingga mengakibatkan warga kesulitan untuk melakukan aktivitas karena seluruh akses jalan tertutup banjir bercampur dengan lumpur. (Red)