Pungli Merajalela di Pasar Gedebage Kota Bandung, Ini Faktanya!

Bandung, Matainvestigasi.Com – Selain pengelolaan sampah yang belum juga tuntas, permasalahan pungutan liar atau pungli di Pasar Gedebage Kota Bandung masih tumbuh subur.

Pada kunjungan Wali Kota Bandung bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Pedagang Pasar Gedebage Kota Bandung menyampaikan unek-unek yang selama ini dipendam. Selasa, 13 Mei 2025.

Para pedagang mengeluhkan adanya restribusi ke tiap pedagang dengan dalih untuk pengelolaan sampah. Akan tetapi pada kenyataannya sampah dibiarkan menumpuk dan tidak diangkut.

Salah satu pedagang santan kelapa di Pasar Gedebage Adar mengungkapkan, pungutan dilakukan dalam sehari sebanyak dua kali.

Pertama dilakukan oleh pihak pengelolaan Pasar yaitu PT Ginanjar sebesar Rp 10.000. Kemudian pungutan lainnya dilakukan oleh Paguyuban pedagang pasar dengan dalih keamanan Rp 5.000.

“Jadi kalau iuran mah ada kebersihan sama keamanan. Tiap hari bayar,’’ ucap Adar. Selasa, (29/04/2025).

Dia mengatakan, pihak pengelolaa Pasar melakukan pungutan pada memasuki bulan Ramadan, sedangkan paguyuban sudah lebih dulu meminta retribusi secara rutin.

Selain itu, berdasarkan informasi pungutan liar lainnya juga terjadi pada masalah parkir. Ketika akan memasuki Pasar Gedebage, setiap kendaraan roda dua akan diminta uang karcis masuk sebesar Rp 2.000.

Penjagaan dilakukan di depan pintu masuk Pasar Gedebage dari arah Jalan Soekarno Hatta. Uang karcis masuk dilakukan oleh sekelompok masyarakat berseragam seperti ormas.

Kemudian ketika akan memakirkan kendaraan, pungli kemabali terjadi. Setiap kendaraan roda dua akan dimintai uang parkir sebesar Rp 2.000.

Tidak itu saja, setiap akan parkir di pedagang atau lokasi yang berbeda oknum masyarakat sudah siap menagih uang parkir kepada konsumen yang berbelanja di kawasan pasar Gedebage.

Kondisi ini mengakibatkan, banyak konsumen yang kapok berbelanja di pasar Gedebage. Terlebih, Pasar Gedebage saat ini sangat penuh dengan sampah.

“Kalau parkir mahal dan ribet begini, pembeli kapok. Imbasnya ke kita, dagangan jadi sepi, pasar juga kotor dan bau,” cetus ujang salah satu konsumen di Pasar Gedebage.

Untuk diketahui, Pasar Gedebage memiliki dua kawasan pedagang. Pertama adalah kelompok pedagang pasar yang menjual berbagai kebutuhan pokok.

Selain itu, Pasar Gedebage juga merupakan sentra penjualan baju bekas dengan nama Pasar Gedebage Cimol. Para Pedagang baju bekas ini terletak pada bagian belakang pasar yang masih dalam satu kawasan. (Red)