Bandung, Matainvestigasi.com – 25 ribu hektar lahan di kawasan puncak Bogor telah mengalami kerusakan akibat terjadi alih fungsi lahan dengan banyak bangunan villa dan pemukiman. Kerusakan ini berdasarkan data yang diperoleh dari hasil pemantauan.
Kerusakan tersebut disampaikan langsung oleh Manajer Advokasi dan Kampanye Wahana Lingkungan Hidup ( WALHI) Jawa Barat Sitti Hannah.
‘’Kami juga melakukan analisis tata ruang dan memiliki beberapa catatan yang harus ditindak lanjuti,’’ ujar Hannah dalam keterangannya, Sabtu, (12/07/2025)
Menurutnya, kawasan Puncak Bogor Megamendung memiliki luas lahan 30 ribu hektar Namun kondisinya juga banyak terjadi alih fungsi lahan. Kawasan tersbut seharusnya masuk kedalam wilayah konservasi lindung. Sebab berada pada sepandan sungai, situ, lereng dengan tingkat kemiringan 45 derajat/
Namun yang disayangkan kondisi saat ini sudah terjadi alih fungsi lahan dan tinggal sekitar 10 ribu hektar yang masih hijau. Selebihnya banyak bangunan rumah dan villa.
Berdasarkan data dari Forest Watch Indonesia, terungkap sepanjang 16 tahun terakhir, seluas 5,7 ribu hektar sudah hilang dan hanya menyisakan 21 persen saja.
Sementara berdasarkan data pemerintah per Maret 2025 tercatat alih fungsi lahan hulu Ciliwung seluas 2.000 hektar. Data ini juga sama berdasarkan laporkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang mencatat lahan kritis mencapai 4.600 Ha pada 2018 lalu.
Akan tetapi tingkat kerusakan pada tahun 2.000 an melonjak sangat tajam dengan maraknya pembangunan rumah dan villa, resort belum lagi kebun komersil.
Salah satu kawasan yang mengalami kerusakan adalah sempadan sungai dan mata air mengalami kerusakan. Sebab banyak berdiri bangunan yang tidak berizin.
‘’Jadi dalam kurun waktu 2005 hingga 2020, alih fungsi lahan mencapai 300 persen,’’ kata Hannah.
Sementara itu, belum lama ini di wilayah Kabupaten Bogor telah terjadi berbagai bencana banjir dan longsor akibat dari dapak alih fungsi lahan.
Terakhir, kejadian longsor akibat Hujan deras wilayah Kabupaten Bogor menyebakan beberapa titik terjadi longsor dan merenggut nyawa 3 orang.
Staf Pusdalops BPBD Kabupaten Bogor Dejan Habiburrahman mengatakan, kejadian longsor terjadi pada dua lokasi berbeda.
Selain itu, banjir di kawasan Kabupaten Bogor juga beribas kepada wilayah Jakarta, Depok dan Bekasi.
