BANDUNG, MATAINVESTIGASI.COM — Ribuan calon jemaah haji asal Jawa Barat terpaksa menahan kecewa setelah pemerintah pusat memangkas kuota haji provinsi ini untuk musim haji 2026. Dari total 38.723 jemaah pada 2025, kini hanya 29.643 orang yang bisa berangkat. Artinya, 9.080 calon jemaah harus kembali masuk daftar tunggu yang semakin panjang.
Kebijakan ini langsung mendapat sorotan tajam dari DPRD Provinsi Jawa Barat. Anggota Komisi V DPRD Jabar, Aten Munajat, menilai pengurangan tersebut perlu dijelaskan secara terbuka agar masyarakat tidak merasa diperlakukan tidak adil.
“Rakyat berhak tahu alasan di balik pengurangan kuota ini. Jangan sampai keputusan sepenting ini diambil tanpa transparansi,” tegas Aten, Senin (3/11/2025).
Menurut Aten, kebijakan pengurangan kuota ini merupakan dampak dari sistem waiting list nasional yang kini disamaratakan di seluruh provinsi dengan masa tunggu rata-rata 26,4 tahun.
Ia menilai, meskipun tujuannya pemerataan, dampaknya justru berat bagi Jawa Barat — salah satu daerah dengan jumlah pendaftar haji terbanyak di Indonesia.
“Bagi sebagian jemaah, penundaan ini bukan hanya soal waktu, tapi soal harapan yang sudah disiapkan bertahun-tahun. Pemerintah harus hadir memberi kejelasan dan rasa keadilan,” ujarnya.
Aten juga mendorong Pemprov Jabar dan Kementerian Agama untuk berkoordinasi intens, agar calon jemaah yang tertunda tidak kebingungan secara administratif maupun mental-spiritual.
Sementara itu, Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Jawa Barat, Boy Hari Novrian, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan hasil kesepakatan antara Kementerian Haji dan Umrah dengan Komisi VIII DPR RI.
Menurut Boy, sistem daftar tunggu yang disamaratakan dianggap sebagai langkah menuju keadilan bagi seluruh calon jemaah di Indonesia.
“Memang kuota Jabar turun sekitar sembilan ribu, tapi sistem ini diharapkan bisa membuat pemerataan waktu tunggu antar provinsi,” jelas Boy, Jumat (31/10/2025).
Namun di sisi lain, kebijakan itu justru menimbulkan keresahan di masyarakat. Ribuan calon jemaah haji asal Jawa Barat kini kembali harus menunggu giliran, padahal sebagian sudah mempersiapkan diri, bahkan melunasi biaya keberangkatan.
