Pansus XV DPRD Jabar Perkuat Ranperda Lingkungan Hidup, Penanganan Sampah Jadi Prioritas

KBB, MATAINVESTIGASI.COM — Permasalahan sampah yang semakin kompleks di Jawa Barat menjadi perhatian serius Panitia Khusus (Pansus) XV DPRD Provinsi Jawa Barat dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Melalui penyusunan regulasi tersebut, DPRD menargetkan lahirnya payung hukum yang mampu memperkuat sistem pengelolaan sampah secara efektif, terpadu, dan berkelanjutan.

Sebagai bagian dari pembahasan Ranperda, Pimpinan dan Anggota Pansus XV DPRD Jawa Barat melakukan kunjungan kerja ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (8/7/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi pengelolaan sampah sekaligus menghimpun berbagai masukan yang akan menjadi bahan penyempurnaan substansi Ranperda.

Wakil Ketua Pansus XV DPRD Provinsi Jawa Barat, Muhamad Rizky, A.Md., mengatakan pembahasan Ranperda saat ini difokuskan pada penguatan regulasi di sektor lingkungan hidup, terutama terkait penanganan sampah yang dinilai menjadi salah satu persoalan paling mendesak di Jawa Barat.

“Alhamdulillah hari ini pembahasan berjalan dengan baik. Kami fokus pada Bab IV terkait penanganan sampah karena persoalan ini menjadi isu yang sangat krusial di Jawa Barat. Oleh karena itu, Pansus XV berupaya memformulasikan regulasi yang nantinya benar-benar dapat mendukung penanganan dan pengelolaan sampah di Jawa Barat secara lebih optimal,” ujar Rizky.

Menurutnya, regulasi yang tengah disusun diharapkan tidak hanya menjadi landasan hukum, tetapi juga mampu mendorong hadirnya sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi, mulai dari proses penanganan hingga pengelolaan akhir. Dengan demikian, berbagai tantangan pengelolaan lingkungan hidup di Jawa Barat dapat ditangani secara lebih komprehensif.

Rizky menambahkan, hasil peninjauan langsung di TPA Sarimukti akan menjadi salah satu referensi penting dalam penyempurnaan naskah Ranperda agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan dan dapat diterapkan secara efektif.

“Masukan dari hasil kunjungan lapangan di TPA Sarimukti akan menjadi bahan penting dalam penyempurnaan Ranperda agar implementasinya dapat menjawab tantangan pengelolaan lingkungan hidup di Jawa Barat,” tutup Rizky.