Bangun Generasi Cerdas dan Berkarakter, DPRD Jabar Desak Pemerintah Perkuat Digitalisasi Sekolah di Cirebon

CIREBON, MATAINVESTIGASI.COM — DPRD Provinsi Jawa Barat menyoroti pentingnya keseimbangan antara kemajuan teknologi pendidikan dan pembentukan karakter siswa. Melalui kunjungan kerjanya ke Cirebon, Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono menegaskan bahwa dunia pendidikan di era digital tak cukup hanya dengan kecerdasan akademik, tetapi juga butuh fondasi moral dan karakter yang kuat.

“Sekolah kini dituntut tidak hanya mencetak siswa berprestasi, tapi juga generasi yang berakhlak. Dua hal ini harus berjalan beriringan,” ujar Ono saat meninjau sejumlah sekolah di Kota Cirebon pada Kamis 30/10/2025)

Menurutnya, transformasi digital di sektor pendidikan sudah menjadi kebutuhan mendesak. Namun, langkah itu harus didukung dengan infrastruktur yang memadai di setiap daerah. Ia menyoroti bahwa masih ada sekolah yang kesulitan mengakses sarana teknologi informasi karena keterbatasan anggaran.

“Informasi yang kami terima, bantuan sarana prasarana TIK untuk tahun 2025 bahkan 2026 kemungkinan mengalami pengurangan. Ini tidak boleh dibiarkan. Kami akan mendorong agar Pemprov tetap memberi prioritas pada digitalisasi sekolah,” tegasnya.

Ono menambahkan, digitalisasi pendidikan tidak hanya sebatas penggunaan perangkat teknologi di ruang kelas, melainkan juga bagaimana guru dan siswa bisa beradaptasi dengan perubahan cara belajar yang lebih interaktif dan kreatif.

Selain digitalisasi, ia juga menyoroti urgensi pendidikan karakter sebagai pondasi utama dalam mencetak generasi unggul. Ia menilai, kemajuan teknologi tanpa karakter yang kuat justru dapat menjadi bumerang bagi perkembangan moral pelajar.

“Pendidikan karakter harus hadir dalam keseharian siswa, bukan sekadar pelajaran tambahan. Inilah yang membentuk etika, tanggung jawab, dan rasa kebangsaan,” tutur politisi asal PDI Perjuangan tersebut.

Dalam kunjungan itu, Ono turut mengapresiasi SMPN 1 Kota Cirebon yang dianggap berhasil menyeimbangkan prestasi akademik dengan pembinaan karakter siswa. Ia menyebut sekolah tersebut sebagai contoh konkret keberhasilan sistem pendidikan yang ideal di Jawa Barat.

“SMPN 1 Cirebon punya kualitas pengajar yang baik, siswanya berprestasi, dan nilai moralnya terjaga. Ini bukti kalau pendidikan karakter bisa berjalan berdampingan dengan prestasi,” ungkapnya.

Ono juga menyinggung bahwa langkah ini sejalan dengan program Gapura Pancawaluya yang diusung Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Program tersebut berfokus pada pembentukan karakter berbasis budaya, agama, dan nilai-nilai Pancasila sebagai pondasi pendidikan di daerah.

Ia berharap sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan lembaga pendidikan terus diperkuat agar kualitas pendidikan di Jawa Barat semakin merata dan berdaya saing di masa depan.

“Kalau semua pihak bergerak bersama, pendidikan di Jabar tak hanya melahirkan siswa pintar, tapi juga manusia berkarakter kuat yang siap membawa perubahan,” pungkasnya.