BANDUNG, MATA INVESTIGASI.COM – Ketua Komisi III DPRD Jawa Barat, Jajang Rohana, menilai langkah PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) menanamkan modal di PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) sebagai perkembangan penting yang bisa mengubah arah masa depan Bandara Kertajati.
Menurut Jajang, selama ini BIJB telah bertumpu pada pendanaan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan dukungan sindikasi Bank Jateng. Namun, dukungan itu belum cukup untuk mendorong bandara tersebut mencapai potensi sebenarnya. Bandara yang dibangun sebagai kebanggaan masyarakat Jawa Barat itu justru masih memiliki keterbatasan operasional dan belum mampu menjadi magnet ekonomi seperti yang diharapkan.
Karena itu, kehadiran investasi baru dari GMFI dianggap sebagai pemantik untuk memulai fase baru pengembangan Kertajati. Investasi ini juga menjadi fondasi awal bagi pembangunan Kertajati Aerospace Park, proyek besar yang disiapkan sebagai kawasan industri kedirgantaraan terpadu.
Jajang menekankan, agar BIJB mampu menarik lebih banyak investor, maka nilai aset perusahaan dan kapasitas modalnya harus diperkuat terlebih dulu. Ia menilai masih banyak aset milik Pemprov Jabar di kawasan bandara yang belum diberdayakan secara maksimal, padahal itu bisa menjadi daya tarik tambahan bagi calon investor.
Ia menegaskan bahwa pengembangan Aerospace Park merupakan langkah strategis karena fasilitas tersebut tidak hanya menghadirkan pusat Maintenance, Repair & Overhaul (MRO) pesawat komersial dan pertahanan, tetapi juga membuka peluang pembangunan engine & component workshop, area manufaktur, serta pusat pelatihan dan riset di bidang dirgantara.
Dengan hadirnya ekosistem itu, Jajang meyakini BIJB bukan hanya menjadi bandara udara biasa, tetapi juga pusat industri baru yang memberikan dampak ekonomi jangka panjang bagi Jawa Barat.








