BANDUNG, MATAINVESTIGASI.COM –– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipandang sebagai langkah penting dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan dan sumber daya manusia sejak usia dini. Anggota DPRD Jawa Barat, dr. Encep Sugiana, menegaskan bahwa program tersebut tidak boleh dipahami sekadar sebagai pemberian makanan kepada anak-anak, tetapi harus benar-benar memastikan terpenuhinya kebutuhan gizi mereka secara seimbang.
Menurut dr. Encep, konsep utama dari program MBG adalah memastikan anak-anak memperoleh asupan gizi yang lengkap sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan mereka. Karena itu, makanan yang diberikan tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga harus memenuhi unsur gizi seimbang yang meliputi karbohidrat, protein, vitamin, mineral, hingga lemak dalam porsi yang cukup.
Ia menilai, pemenuhan gizi yang baik sejak dini akan memberikan dampak langsung terhadap kesehatan anak. Anak yang memiliki kondisi fisik sehat cenderung memiliki kemampuan belajar yang lebih baik, karena tubuh dan fungsi otaknya dapat bekerja secara optimal.
“Program makan bergizi gratis ini bukan sekadar memberi makanan agar anak kenyang. Yang terpenting adalah memastikan kebutuhan gizi mereka terpenuhi sehingga anak bisa tumbuh sehat dan mampu belajar dengan lebih baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, dr. Encep menjelaskan bahwa kualitas gizi anak juga sangat berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Anak-anak yang tumbuh dengan kondisi kesehatan dan gizi yang baik diharapkan dapat berkembang menjadi generasi yang produktif, cerdas, dan mampu bersaing di masa mendatang.
Ia juga menyoroti masih tingginya berbagai persoalan kesehatan yang berkaitan dengan kekurangan gizi di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. Salah satu yang menjadi perhatian serius adalah stunting, yang menurutnya merupakan penyakit kronis dan dapat menimbulkan dampak jangka panjang terhadap kualitas generasi mendatang.
“Kasus stunting masih menjadi perhatian. Kondisi ini merupakan penyakit kronis yang bisa menjadi bom waktu di masa depan jika tidak ditangani secara serius,” katanya.
Dalam pandangannya, program MBG menjadi salah satu langkah strategis untuk menekan berbagai persoalan gizi tersebut. Selain membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak, program ini juga diharapkan dapat mendukung pertumbuhan fisik sekaligus perkembangan sel-sel otak yang berperan penting dalam meningkatkan kemampuan intelektual.
Dengan terpenuhinya kebutuhan gizi sejak usia sekolah, anak-anak diharapkan tidak hanya tumbuh sehat secara fisik, tetapi juga memiliki daya pikir yang baik dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
“Melalui program ini diharapkan anak-anak tidak hanya terpenuhi kebutuhan kalori dan gizinya, tetapi juga lebih siap menerima pelajaran, aktif beraktivitas, dan pada akhirnya tumbuh menjadi generasi yang produktif,” pungkasnya.
