BANDUNG, MATAINVESTIGASI.COM — Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, DPRD Jawa Barat mengambil posisi kehati-hatian dengan menempatkan keselamatan warga sebagai prioritas utama. Anggota DPRD Jabar, Encep Sugiana, secara terbuka mengimbau masyarakat untuk menunda rencana keberangkatan umroh menyusul situasi keamanan yang belum stabil di kawasan Timur Tengah. Selasa (03/03/2026).
Konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan, termasuk jalur perjalanan internasional dan rasa aman jamaah. Dalam konteks ini, DPRD melihat perlunya langkah preventif agar masyarakat tidak mengambil risiko di tengah ketidakpastian.
Encep menegaskan bahwa ibadah tetap penting, namun tidak boleh mengesampingkan aspek keselamatan. Ia mendorong masyarakat untuk bersikap rasional dengan menunda keberangkatan hingga situasi dinilai benar-benar kondusif.
“Dalam kondisi seperti ini, keselamatan lebih diutamakan. Jika memang belum diperkenankan berangkat umroh, maka bersabarlah demi menjaga keselamatan,” ujarnya.
Selain imbauan kepada calon jamaah, DPRD juga menyoroti tanggung jawab negara dalam melindungi warga yang saat ini telah berada di Arab Saudi. Encep meminta pemerintah memastikan jaminan keamanan serta kepastian bagi jamaah yang terdampak, termasuk mereka yang mengalami penundaan kepulangan akibat situasi eksternal.
Ia menilai, kejelasan informasi menjadi kunci dalam menjaga stabilitas psikologis jamaah dan keluarga di tanah air. Tanpa komunikasi yang transparan, potensi kepanikan dan kesalahpahaman dapat meningkat.
“Informasi harus disampaikan secara benar dan jelas supaya tidak menimbulkan salah persepsi. Keluarga di Indonesia juga perlu mendapatkan kepastian, termasuk jika terjadi keterlambatan pemulangan,” katanya.
Lebih lanjut, DPRD menegaskan bahwa penyelenggara perjalanan umroh tidak boleh lepas tangan dalam situasi darurat. Mereka dituntut memastikan kebutuhan dasar jamaah tetap terpenuhi, mulai dari akomodasi hingga aspek kesehatan dan ketenangan psikologis.
Menurut Encep, kondisi ketidakpastian yang berkepanjangan berisiko menimbulkan tekanan mental bagi jamaah jika tidak diantisipasi dengan baik oleh pihak penyelenggara.
“Penyelenggara travel umroh harus memastikan kebutuhan hidup jamaah terpenuhi dan mereka merasa tenang,” tegasnya.
Sebagai penutup, DPRD mengajak masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan mendoakan agar konflik segera mereda. Dalam situasi global yang belum stabil, sikap menunda perjalanan dinilai sebagai keputusan yang logis dan bertanggung jawab demi keselamatan bersama.
