Dukung Gerakan Indonesia ASRI, Setwan DPRD Jabar Gelar Aksi Bersih-Bersih Rutin

KOTA BANDUNG, MATAINVESTIGASI.COM – Di tengah berbagai sorotan terhadap kinerja birokrasi, Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Barat mencoba menunjukkan wajah lain lewat aksi nyata. Melalui gerakan bersih-bersih lingkungan, Setwan DPRD Jabar ikut mendukung program Gerakan Indonesia ASRI yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Kegiatan yang dikemas dalam konsep “operasi semut” ini bukan sekadar simbolik. Seluruh pegawai dilibatkan langsung untuk turun tangan membersihkan area sekitar kantor DPRD Jawa Barat, sebagai tindak lanjut Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 28/LH.01.04.02/DLH tertanggal 26 Februari 2026.

Sekretaris DPRD Jawa Barat, Dody Sukmayana, menegaskan bahwa gerakan ini merupakan bentuk komitmen internal dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih tertata dan sehat.

“Kami mendukung Gerakan Indonesia ASRI melalui kegiatan bersih-bersih yang melibatkan seluruh pegawai di lingkungan Sekretariat DPRD Jawa Barat,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Tak berhenti pada kegiatan seremonial, aksi ini dijadwalkan rutin dua kali dalam sepekan, yakni setiap Senin dan Rabu, selama satu jam sebelum aktivitas kerja dimulai, dari pukul 08.00 hingga 09.00 WIB. Pola ini menunjukkan upaya pembiasaan, bukan sekadar agenda sesaat.

Area kerja pun dibagi secara sistematis menjadi empat zona. Mulai dari kawasan sekitar Pullman Bandung dan Grand Central Hotel, kompleks Gedung DPRD Jawa Barat, hingga area publik di sekitar Jalan Aria Jipang. Setiap bagian di lingkungan Setwan memiliki tanggung jawab masing-masing dalam menjaga kebersihan wilayah yang telah ditentukan.

Menariknya, para pegawai diwajibkan membawa peralatan kebersihan dari rumah, memilah sampah organik dan anorganik, serta mendokumentasikan kegiatan mereka. Pendekatan ini menekankan aspek partisipatif sekaligus akuntabilitas, meski efektivitas jangka panjangnya tetap perlu diuji secara konsisten.

Lebih jauh, Dody menjelaskan bahwa Gerakan Indonesia ASRI tidak hanya berbicara soal kebersihan. Program ini mencakup empat pilar utama: aman, sehat, resik, dan indah.

Aspek aman menitikberatkan pada penataan lingkungan yang mendukung mitigasi risiko dan ketertiban ruang publik. Sementara sehat berfokus pada kualitas sanitasi dan pengendalian pencemaran lingkungan.

Adapun resik diarahkan pada pengelolaan sampah secara terintegrasi, termasuk optimalisasi pengelolaan berbasis sumber dan inspeksi berkala. Terakhir, aspek indah menekankan estetika lingkungan, mulai dari penataan ruang terbuka hijau hingga penertiban reklame yang semrawut.

Namun demikian, publik tentu menunggu konsistensi dari gerakan semacam ini. Sebab, tanpa pengawasan dan evaluasi yang berkelanjutan, program bersih-bersih berisiko berhenti sebagai rutinitas administratif tanpa dampak signifikan terhadap kualitas lingkungan secara luas.