Klaten, Matainvestigasi.com – Hati-hati berkendara sepeda motor saat menerobos hujan disertai petir, apa lagi di sawah dengan situasi terbuka tanpa ada pepohonan, Minggu (26/02).
Seorang gadis pelajar di Klaten tewas akibat tersambar petir di atas motor yang diboncenginya, Sabtu (25/2/2023).
Korban bernama Zahfah Nabila Sunniyah (16) warga Dukuh Sribit Lor, Desa Sribit, Kecamatan Delanggu, Klaten.
Saat itu, korban membonceng temannya, Diana Widiastuti (17) warga Dukuh Ngentak, Desa Karangan, Kecamatan Polanharjo, Klaten.
Mereka berdua menumpang sepeda motor Honda Beat AD 2564 DEC warna merah putih, menerjang hujan deras disertai petir, Sabtu sekitar pukul 15.35 WIB.
Saat melintas di jalan persawahan Dukuh Jogodayoh Desa Karang Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, tiba-tiba petir menyambar dan mengenai korban.
Korban langsung terjatuh dari sepeda motor. Mengalami hal yang tak pernah dibayangkan sebelumnya, Diana ketakutan dan berlari ke rumah Gunawan (21) warga sekitar TKP.
Mengetahui kondisi korban, Gunawan segera melaporkan kejadian itu kepada Kades Karang, Agung Tri Sulistyo. Kades pun segera menghubungi Polsek Delanggu.
Tak lama kemudian, anggota Polsek Delanggu dipimpin Kapolsek Delanggu AKP Sutiman Hadi tiba di lokasi bersama tim medis Puskesmas Delanggu.
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan dokter Tini Wijayanti, korban sudah meninggal dunia karena tersambar petir. Tak ada tanda-tanda kekerasan.
Dokter menemukan luka bakar pada punggung korban akibar tersambar petir.
‘’Korban meninggal dunia murni karena kecelakaan (tersambar petir). Warga sekitar mengatakan, saat itu ada petir yang mengarah di lokasi kejadian,’’ kata Kapolsek Delanggu AKP Sutiman Hadi.
Setelah dilakukan pemeriksaan, anggota Polsek Delanggu bersama Relawan Seroja Delanggu melakukan evakuasi jenazah korban dan menyerahkan jenazah kepada keluarganya untuk dimakamkan.
Keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi. Mereka menerima musibah sebagai kecelakaan, serta tak ada unsur kesengajaan.
(Red/SM)
