Reses DPRD Jabar di Bekasi, Akhmad Marjuki Dorong Pembangunan Sesuai Kebutuhan Warga

KABUPATEN BEKASI, MATAINVESTIGASI.COM — Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Komisi IV dari Fraksi Partai Golkar, Akhmad Marjuki, melaksanakan kegiatan Reses III Tahun Sidang 2025–2026 di Kampung Pacing, Desa Waringin Jaya, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi secara langsung kepada wakil rakyat. Jumat (12/06/2026).

Reses dihadiri oleh ketua RW setempat, tokoh masyarakat, warga, serta sejumlah Ketua Pimpinan Kecamatan Partai Golkar Kabupaten Bekasi. Selain sebagai agenda konstitusional anggota DPRD, kegiatan ini juga menjadi wadah komunikasi dua arah antara masyarakat dan pemerintah melalui perwakilan legislatif.

Dalam sambutannya, Akhmad Marjuki menjelaskan bahwa pelaksanaan reses merupakan bagian dari tugas dan kewajiban anggota DPRD sebagaimana diatur dalam tata tertib dewan. Melalui kegiatan tersebut, anggota legislatif turun langsung ke daerah pemilihan untuk mengetahui kondisi nyata yang dihadapi masyarakat.

“Salah satu bagian dari tugas saya sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Barat adalah turun langsung ke masyarakat agar memahami apa yang menjadi keinginan konstituen saya,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa setiap aspirasi, usulan, maupun keluhan yang disampaikan warga akan didokumentasikan dan dibawa ke forum DPRD Provinsi Jawa Barat untuk dibahas bersama pemerintah daerah.

Menurut Marjuki, reses memiliki peran penting dalam menyusun kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran karena berangkat dari kebutuhan riil masyarakat. Oleh sebab itu, ia mendorong warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai persoalan, terutama yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik.

Pada sesi dialog, masyarakat menyampaikan sejumlah persoalan yang masih menjadi perhatian di wilayah mereka. Permasalahan banjir, kebutuhan peningkatan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pembangunan berbagai fasilitas umum menjadi aspirasi yang paling banyak disampaikan.

Ketua Unit Pengumpul Zakat Masjid An-Nur, Rizal Azhari, mengapresiasi kehadiran anggota DPRD Provinsi Jawa Barat yang turun langsung ke tengah masyarakat untuk mendengar aspirasi warga. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan kepedulian terhadap kondisi yang dihadapi masyarakat di tingkat bawah.

Rizal berharap Desa Waringin Jaya, khususnya Kampung Pacing, dapat menjadi salah satu prioritas pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ia menjelaskan bahwa wilayah tersebut masih sering mengalami genangan air dan banjir ketika musim hujan akibat sistem drainase yang belum optimal serta kondisi permukaan tanah yang lebih rendah dibandingkan jalan utama.

Selain persoalan infrastruktur, Rizal menuturkan bahwa sebagian besar masyarakat menggantungkan mata pencaharian pada sektor usaha kecil dan menengah. Karena itu, warga berharap pemerintah dapat menghadirkan program pelatihan, pendampingan, dan pemberdayaan UMKM guna meningkatkan kemampuan serta daya saing pelaku usaha lokal.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Akhmad Marjuki menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif masyarakat dalam menyampaikan aspirasi dan berbagai persoalan yang dihadapi.

Ia memastikan seluruh usulan yang diterima akan dibawa dan diperjuangkan dalam forum DPRD Provinsi Jawa Barat, termasuk pada saat pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Aspirasi bapak dan ibu sudah saya catat. Nanti akan saya bawa ke forum DPRD ketika rapat dengan TAPD untuk saya sampaikan dan perjuangkan. Saya akan berupaya maksimal memperjuangkan aspirasi yang disampaikan,” tegasnya.

Melalui kegiatan reses tersebut, diharapkan terjalin komunikasi yang semakin erat antara masyarakat dan wakil rakyat sehingga berbagai kebutuhan pembangunan dapat diakomodasi dalam perencanaan pemerintah daerah serta ditindaklanjuti melalui kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat.