BANDUNG – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia harus dijadikan pemantik utama perubahan iklim pembangunan di Jawa Barat untuk generasi Muda. Perayaan sejarah bangsa ini sama sekali tidak boleh berhenti pada agenda tahunan yang bersifat seremonial belaka tanpa membuahkan dampak substantif bagi keberlanjutan daerah.
Tuntutan Peran Aktif Legislatif dan Generasi Muda
Anggota DPRD Jawa Barat Komisi I, Tobias Ginanjar Sayidina menegaskan bahwa esensi kemerdekaan yang diraih melalui perjuangan fisik para pahlawan wajib diteruskan melalui aksi konkret. Generasi muda dituntut memiliki daya saing tinggi agar tidak sekadar menjadi penonton di tengah pesatnya arus perkembangan zaman.
“Generasi muda harus menjadi bagian penting dalam mengisi kemerdekaan. Caranya tentu dengan berkarya, belajar, berinovasi dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” ujar Tobias Ginanjar Sayiddina (19/8/2026).
Perkembangan teknologi dan keterbukaan informasi yang masif saat ini dipandang sebagai medan pertempuran baru. Tobias menilai potensi pemuda Jawa Barat di sektor pendidikan, ekonomi kreatif, olahraga, kewirausahaan, hingga seni budaya sangat besar, namun kerap terkendala akibat minimnya eksekusi inovasi yang berorientasi pada pemecahan masalah.
“Jangan sampai anak muda hanya menjadi penonton. Kita ingin mereka menjadi pelaku, menciptakan sesuatu yang bermanfaat dan mampu membawa nama baik Jawa Barat,” kata Tobias Ginanjar Sayidina.
Tantangan Kualitas SDM dan Penguatan Ruang Kreasi
Menghadapi era modernisasi, pergeseran tantangan zaman menuntut perbaikan kualitas sumber daya manusia (SDM) secara mendasar. Jika pejuang masa lalu mengangkat senjata mengusir penjajahan, maka generasi hari ini mengemban mandat berat untuk membebaskan daerah dari keterbelakangan inovasi serta menjaga stabilitas persatuan di tengah perbedaan pandangan.
“Kalau dulu para pahlawan berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan, sekarang tugas kita adalah mengisinya. Salah satunya dengan meningkatkan kualitas diri dan menghasilkan karya yang bermanfaat,” kata Tobias Ginanjar Sayidina.
Pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dunia usaha, hingga lingkungan keluarga didesak untuk membuang sikap apatis dan mulai membuka ruang kreasi seluas-luasnya. Dukungan lintas sektor menjadi syarat mutlak agar gagasan produktif pemuda dapat terkonversi menjadi solusi nyata atas persoalan sosial dan ekonomi masyarakat Jawa Barat.
“Anak muda adalah masa depan Jawa Barat. Mari kita berikan ruang, kesempatan dan dukungan agar mereka bisa berkembang. Dari karya-karya mereka, kita berharap lahir inovasi dan solusi bagi persoalan yang dihadapi masyarakat,” kata Tobias Ginanjar Sayidina.
Momentum HUT RI ke-81 ini harus dijadikan energi kolektif untuk menembus barikade tantangan pembangunan daerah melalui kerja keras, integritas, dan keberanian berinovasi.
“Dirgahayu Republik Indonesia. Mari kita isi kemerdekaan dengan karya terbaik, menjaga persatuan dan bersama-sama membangun Jawa Barat yang lebih maju,” kata Tobias Ginanjar Sayidina. (chox)
