Bandung, Matainvestigasi.Com – Melimpahnya stok beras yang ada di Perum Bulog ternyata menyisakan masalah tersendiri dengan sistem penyimpanan di Gudang yang mencapai 4 Juta Ton.
Pengamat pertanian Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori menuturkan, masalah ini akan muncul di Perum Bulog yang kaitannya dengan penyimpanan di gudang.
Beras yang disimpan di gudang akan mengalami penurunan kualitas jika tidak segera didistribusikan atau disimpan terlalu lama.
‘’Beras hanya bisa bertahan sampai emapat bulan, lebih dari itu harus segera disalurkan karena berpotesi kualitas menjadi turun,’’ kata Khodori dalam keterangannya, Senin (02/06).
Menurutnya, beras yang disimpan di dalam gudang akan menjadi stok mati atau statis dan membutuhkan perawatan rutin. Sehingga semakin lama penyimpanan maka biaya yang dikeluarkan akan semakin besar.
Adanya biaya operasional perawatan ini, justru akan membebani Perum Bulog sebagai koorperasi. Sehingga, harus dipikirkan bagaimana caranya beras tersebut bisa didistribusikan.
‘’Usia simpan beras tersebut terus bertambah dan semakin rentan terhadap penurunan mutu,’’ kata dia.
Khudori mengungkapkan, saat ini masih ada ratusan ribu ton beras yang memiliki usia 9 sampai lebih dari 14 bulan. Beras ini akan mengalami penurunan kualitas dan susut volume.
‘’Ini beras impor saja masih banyak, ditambah yang berasal dari serapan petani, kalau disimpan terlalu lama akan rusak jika tidak segera tidak disalurkan untuk di konsumsi,’’ cetusnya.
Untuk itu, Perum Bulog harus mempu menyalurkan setidaknya 2,8 ton beras pada 2025 ini. Seangkan sisanya 1,2 juta ton bisa dijadikan cadangan stok.
Untuk sisa waktu penyaluran hanya tujuh bulan. Sehingga memiliki Bulog harus melakukan distrusi sebanyak 400 ribu ton dalam setiap bulannya.
‘’Ini bisa dilakukan per bulan bisa untuk operasi pasar, bantuan, dan lainnya, dan ini sudah ada regulasinya dan harus segera ditindaklanjuti,” ujar Khudori.
Regulasi ini juga diharapkan bisa meredam dan menurunkan harga beras untuk jenis premium dan medium yang saat ini masih tetap bertahan di atas harga HET.
